Psiologi Sosial #10
Pengaruh Sosial (Social Influence)
Menurut Ciccarelli dan White (2015), pada bidang psikologi sosial tidak hanya melihat perilaku dan juga proses mental seseorang, tetapi juga memperhatikan dan mencakup dunia sosial tempat kita berada. Hal ini dikarenakan kita dikelilingi oleh orang lain dan saling terhubung juga saling mempengaruhi. Hal ini merupakan hasil dari studi ilmiah mengenai bagaimana perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kelompok sosial.
Menurut Wang dan Chou (2015), pengaruh sosial atau social influence adalah strategi untuk membujuk orang lain dalam mengambil keputusan untuk berperilaku. Orang dapa mempengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tidakan sekalipun sebenarnya ia ingin melakukan yang sebaliknya.
Konformitas (conformity)
Konformitas merupakan salah satu jenis pengaruh sosial, dimana individu mengubah sikap dan tingkahnya mengikut tidakan orang lain yang kerap kali disesuaikan dengan norma sosial yang berlaku ditempat tersebut. Penelitian mengenai hal ini sudah dilakukan sejak lama oleh Solomon Asch pada tahun 1951.
Contoh dari konformitas adalah ketika seorang remaja berpakaian dengan gaya tertentu karena dia ingin menyesuaikan diri dengan orang-orang lain dalam kelompok sosialnya.
Kesepakatan (Compliance)
Compliance atau kesepakatan merupakan salah satu bentuk pengaruh sosial yang kerapkali digunakan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti apa yang kita lakukan. Tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari seringkali tingkah laku individu dipengerahui oleh permintaan permintaan yang muncul dari lingkungannya.
Contoh dari kesepakatan adalah meminta seorang teman untuk menilai bagaimna penampilan kita atau meminjam uang pada seorang teman.
Kepatuhan (Obedience)
Obedience atau kepatuhan merupakan salah satu jenis pengaruh sosial, dimana seseorang hanya perlu memerintah individu lainnya untuk melakukan sesuatu dan individu tersebut akan melakukan sesuai dengan apa yang diperintah tanpa menolak karna adanya unsur power.
Contoh dari kepatuhan adalah yang terjadi pada karyawan terhadap pimpinan.
Kognisi Sosial (Social Cognition)
Kognisi sosial berfokus pada cara orang berpikir mengenai orang lain dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi perilaku orang lain. Ilmu ini mempelajari bagaimana individu berpikir tentang diri mereka sendiri dan dunia sosialnya secara lebih khusus. Selain itu mempelajari pula bagaimana individu memilih, menafsirkan, mengingat, dan menggunakan informasi sosial untuk membuat penilaian dan keputusan.
Sikap (Attitudes)
Menurut Triandis (1971), attitudes adalah suatu sikap saat kita menilai suatu objek, orang, keadaan, atau ide individu lain dengan melihatnya secara subjektif lalu memberikan penilaian dan pengelompokkan terhadap hal tersebut menjadi dua kelompok yakni positif maupun negative.
Pembentukkan Kesan (Impression Formation)
Pembentukkan kesan biasa dibuat saat pertama kali bertemu dengan seseorang yang belum kita kenal. Biasanya orang akan melihat, mengumpulkan informasi, menilai, dan juga memprediksi dari apa yang tampak saja, sering kali hanya berdasarkan aspek fisik yang terlihat saja.
Atribusi (attribution)
Atribusi merupakan suatu proses untuk menjelaskan mengenai bagaiman perilaku diri sendiri dan perilaku individu lain. Awalnya teori atribusi ini sendiri dikembangan oleh seorang psikolog sosial yakni Fritz Heider pada tahun 1958 untuk menjelaskan mengenai mengapa individu memilih untuk melakukan tindakan yang ia lakukan. Pada dasarnya ada dua faktor yang terlibat pada hal ini yakni faktor eksternal dan juga faktor internal.
Interaksi Sosial (Social Interaction)
Bagian ketiga ini akan membahas apa yang harus dilakukan dengan interaksi sosial dengan orang
lain, atau hubungan antar individu. Interaksi sosial termasuk didalamnya Prejudice dan diskriminasi, rasa suka dan mencintai, dan agresi dan tingkah laku prososial.
1) Membedakan antara Prejudice dan diskriminasi
Prejudice adalah suatu perlakuan negatif yang dimiliki oleh seorang member dari suatu kelompok. Ketika perlakuan tersebut menyebabkan individu dari suatu kelompok diperlakukan berbeda dengan yang lain dalam situasi yang menuntut perlakuan yang sama, itu dinamakan diskriminasi. Prejudice adalah sikapnya dan diskriminasi adalah kebiasaan yang merupakan hasil dari prejudice tersebut.
2) Bagaimana orang mempelajari dan mengatasi Prejudice
Asal dari Prejudice berdasarkan social cognitive theory, Prejudice dilihat sebagai sikap yang terbentuk bersamaan dengan sikap lainnya, melalui instruksi langsung, diperagakan, dan pengaruh sosial lainnya dalam pembelajaran.
Menyukai dan Mencintai (Liking and Loving)
Liking
Beberapa faktor yang terlibat dalam ketertarikan antarpribadi, antara lain:
1) Daya tarik fisik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecantikan fisik adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi pilihan individu untuk memilih orang yang mereka ingin tahu lebih baik, meskipun faktor-faktor lain mungkin menjadi lebih penting pada tahap hubungan selanjutnya.
2) Kedekatan
Semakin dekat kebersamaan seseorang secara fisik, seperti bekerja di kantor yang sama, atau tinggal di asrama yang sama, semakin besar kemungkinan mereka untuk membentuk hubungan.
3) Kesamaan
Kedekatan mungkin tidak menjamin ketertarikan sama seperti daya tarik fisik atau yang biasa disebut “Good Looking” tidak menjamin hubungan tersebut akan bertahan dalam waktu yang lama. Seorang individu cenderung menyukai berada di sekitar orang yang mempunyai kesamaan di beberapa hal. Semakin mereka menemukan kesamaan dengan orang lain seperti, sikap, keyakinan, dan minat, cenderung semakin tertarik satu sama lain.
Loving
Menurut kamus, definisi dari cinta merujuk pada afeksi (kasih sayang) yang kuat untuk orang lain karena kekerabatan, ikatan pribadi, ketertarikan seksual, kekaguman, atau minat bersama. Para Psikolog setuju bahwa terdapat 3 jenis dari cinta. Seorang psikolog, Robert Sternberg, menguraikan teori tentang apa yang dia tentukan adalah tiga utama komponen cinta dan berbagai jenis cinta yang merupakan kombinasi dari ketiga komponen ini dapat menghasilkan ketiga jenis cinta tersebut. 3 komponen penting dari cinta, antara lain:
1) Keintiman
mengacu pada perasaan kedekatan yang dimiliki seseorang untukorang lain atau perasaan memiliki ikatan emosional yang erat dengan orang lain. Keintiman pada topik ini adalah secara psikis bukan fisik
2) Gairah
Gairah mengacu pada emosional dan gairah seksual yang dirasakan seseorang terhadap orang lain. Gairah tidak hanya hubungan seks, namun seperti berpegangan tangan dan berpelukan, semua itu adalah bentuk dari gairah.
3) Komitmen
Komitmen melibatkan keputusan yang dibuat seseorang tentang suatu hubungan. Jangka pendek keputusan mungkin, "Saya pikir saya sedang jatuh cinta." Contoh keputusan jangka panjang adalah, "Saya ingin bersama orang ini selama sisa hidup saya."
Agresi dan Perilaku Prososial (Aggression and Prosocial Behavior)
Agresi merupakan perilaku yang memicu ke arah kekerasan, intimidasi, dan perilaku emosional lainnya. Dalam agresi, terdapat dua tindakan yaitu dapat berupa verbal dan fisik.
Contoh agresi, ketika seseorang melakukan tindak kekerasan seperti menyakiti orang lain secara sengaja baik berupa kata-kata ataupun menggunakan fisik.
Pengertian agresi menurut para ahli :
1. Robert A Baron
Agresi adalah tingkah laku individu yang bertujuan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan adanya tingkah laku tersebut.
2. Freud
Agresi merupakan cara pertama yang dikenal manusia untuk mengungkapkan amarahnya yang dituangkan dalam serangan fisik terhadap objek.
3. Buss dan Perry
Agresi adalah perilaku berniat untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikologis.
4. Atkinson

Comments
Post a Comment