Learning #4

Perkenalkan nama aku Dinda Junika nim 2110323014 dari Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada pertemuan ke-4 ini kita akan membahas tentang "Learning"

Apa definisi secara umum dari belajar (learning) ?

Kata belajar merupakan  salah satu konsep yang maknanya sangat jelas sampai seseorang memiliki untuk memasukkannya ke dalam kata-kata yang sebenarnya. “Belajar adalah ketika Anda mempelajari sesuatu.” “Belajar adalah belajar bagaimana melakukan sesuatu.” Definisi yang lebih berguna adalah sebagai berikut: Belajar adalah segala sesuatu yang relatifperubahan permanen dalam perilaku yang dibawa oleh pengalaman atau latihan


Apa Pengertian dari Classical Conditioning?

Classical conditioning atau disebut pengondisian klasik dalam Bahasa Indonesia adalah suatu proses belajar individu dimana sebuah stimulus netral mengambil peran dalam memunculkan respon baru. Penelitian seorang fisiologis dan dokter bedah asal Rusia yaitu Ivan Pavlov memiliki andil yang besar dalam ditemukannya Classical conditioning

Penelitian Pavlov sendiri pada awalnya bertujuan untuk mengetahui tentang mekanisme pencernaan. Untuk mengetahui tentang air liur, Pavlov menggunakan anjing, makanan, dan lonceng sebagai subjek dan objek penelitian. Pavlov meletakkan selang yang menembus pipi anjing dan selang untuk menampung cairan lambung setiap anjing. Pada mulanya, anjing-anjing itu diperdengarkan suara lonceng, suara lonceng pada anjing awalnya hanyalah stimulus netral atau tidak memiliki makna apa-apa terhadap refleks anjing. Selanjutnya, setiap lonceng dibunyikan akan diletakkan daging kedalam mulut setiap anjing, air liur dan cairan lambung masing-masing anjing menunjukkan adanya peningkatan. Ini terjadi berulang kali hingga saat lonceng dibunyikan sekali lagi, tidak ada daging yang diletakkan kedalam mulut, namun air liur dan cairan lambung anjing tetap menunjukkan adanya peningkatan. Suara lonceng yang awalnya adalah stimulus netral, berubah menjadi Classical conditioning.

Setelah mengetahui tentang penelitian Ivan Pavlov, ada beberapa istilah  untuk elemen yang muncul dalam penelitian Pavlov dan digunakan untuk menjelaskan tentang Classical conditioning. Daging adalah sebuah Unconditioned Stimulus, yang berarti sebuah stimulus yang pada dasarnya mampu dalam merangsang terjadinya respon dari individu. Bunyi lonceng pada mulanya adalah Neutral Stimulus yang tidak menghasilkan respon tertentu pada individu, kemudian berubah menjadi Conditioned Stimulus, yaitu stimulus yang akan menghasilkan respon tertentu karena dipelajari. Proses anjing-anjing ini memahami bunyi lonceng dan mengkaitkannya dengan daging disebut dengan Learning atau belajar. Selain itu, Pavlov juga menemukan Stimulus Generalization, dimana suatu individu akan memiliki respon yang hampir sama pada sesuatu yang mirip dengan Conditioned Stimulus.

Classical conditioning adalah proses belajar paling sederhana, karena ini sudah ada dalam setiap manusia. Contohnya adalah jika seorang anak kecil ditakut-takuti bahwa dokter yang menggunakan jas putih gemar menyuntik anak-anak, itu akan menghasilkan respon ketakutan oleh anak tersebut setiap kali melihat dokter yang berjas putih.


Bagaimana Proses Belajar Operant Conditioning?

Operant conditioning adalah suatu proses belajar yang melibatkan hukuman dan hadiah dalam perilaku individu, atau sederhananya setiap perilaku akan memiliki konsekuensi positif dan negatif. Prinsip ini berdasar pada perilaku yang diberikan hadiah atau kesenangan setelahnya cenderung akan diulang. Operant conditioning yang dikemukakan oleh B.F Skinner terinspirasi dari the law of effect, sebuah teori dari Edward L. Thorndike. Dalam teorinya, Thorndike menjelaskan tentang bagaimana suatu respon kemungkinan sesuai dengan efek yang dimilikinya.

Operant conditioning menggunakan respon sukarela individu yang dikondisikan, dengan kata lain respon yang muncul adalah pilihan dari individu itu sendiri. Individu akan secara aktif menjalankan “lingkungan pembelajarannya”.

Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menjelaskan elemen-elemen dalam operant conditioning. Pertama, reinforcement atau penguatan yang terbagi menjadi positive reinforcement dan negative reinforcement. Positive reinforcement adalah suatu penguatan terhadap perilaku dengan pemberian hadiah, contohnya memberikan seorang anak buku bacaan baru sebagai hadiah karena telah mendapatkan nilai yang baik. Sementara negative reinforcement adalah suatu penguatan terhadap perilaku dengan mengurangi atau menghilangkan stimulus yang tidak diinginkan, contohnya orangtua berhenti memberikan buku bacaan baru bagi seorang anak dengan harapan kedepannya anak tersebut belajar lebih giat. Kedua, punishment yang terbagi menjadi positive punishment dan negative punishment. Positive punishment berarti penambahan sesuatu dalam rangka mengurangi suatu perilaku dari individu, contohnya adalah memarahi seorang anak yang terus-terusan membangkang. Sementara negative punishment berarti pengurangan atau penghilangan sesuatu dalam rangka mengurangi suatu perilaku dari individu, contohnya adalah mengambil mainan favorit seorang anak yang terus-terusan membangkang.


Apa definisi dari Observational Learning?

    Pembelajaran Observasional ( Observational Learning ) adalah pembelajaran prilaku baru ( sikap, nilai, gaya berpikir)  yang diperoleh dengan cara mengamati tindakan yang ditunjukkan orang lain (Ciccarelli & Noland,2017). Menurut Albert Bandura observational learning adalah proses kognitif yang melibatkan atribut-atribut  seperti bahasa, moralitas, pemikiran dan pengaturan diri dari perilaku seseorang. Jadi, menurutnya individu tidak hanya sekedar meniru (imitating)  secara otomatis setelah mengobservasi lingkungannya,namun individu akan memproses secara kognitif dengan menggunakan pertimbangan pengalaman sebelumnya, moralnya, cara pandangnya atau pemikirannya (Hergenhahn & Olson,1997)

Dari hasil pengamatan Bandura dan rekannya menyimpulkan bahwa pembelajaran observasional membutuhkan 4 komponen penting, diantaranya sebagai berikut :

a.Attention

           Untuk mempelajari sesuatu melalui observasi, pembelajar harus terlebih dahulu memperhatikan model (orang lain yang memberikan contoh prilaku). Contohnya : Seseorang sedang berada di sebuah pesta makan malam mewah, ia ingin tahu cara menggunakan garpu dan sendok yang benar maka ia harus memperhatikan orang atau model yang tampaknya tahu bagaimana cara menggunakan sendok dan garpu yang benar. Karakteristik model tertentu dapat memberikan perhatian yang lebih signifikan. Misalnya, orang lebih memperhatikan orang lain yang mereka anggap mirip dengan mereka dan orang yang mereka anggap menarik.

b.Memory 

           Memori atau Ingatan berperan penting dalam pembelajaran observasional.Pembelajar harus mampu mempertahankan ingatan yang diperolehnya dari hasil pengamatan yang dilakukannya.


c.Imitation 

Pengamat harus mampu meniru serta memproduksi tindakan model. Proses produksi perilaku menentukan tingkat dimana segala sesuatu yang telah dipelajari akan diterjemahkan dalam perilaku. Seorang anak berusia 2 tahun mungkin dapat melihat dan mengingat langkah-langkah cara mengikat tali sepatu, namun jari-jari kecil anak berusia 2 tahun tidak akan mampu untuk mengikat tali sepatu. Analogi lainnya orang dapat belajar dari mengamati seekor monyet yang bergelantungan dari pohon ke pohon, tapi tidak akan bisa meniru perilaku tersebut karena manusia tidak memiliki ekor.

d.Desire 

Pembelajar harus memiliki keinginan atau motivasi untuk melakukan suatu tindakan dan informasi yang didapatkan melalui pengamatan (learning) hanya akan digunakan jika ada alasan untuk menggunakannya. Hal ini terbukti dalam ekperimen bobo doll yang dilakukan Bandura. Dalam percobaannya Bandura mengatakan kepada anak-anak dalam kelompok bahwa ia akan memberikan hadiah jika mereka bersedia menunjukkan kepadanya apa yang dilakukan model dalam film yang diperlihatkan kepada anak-anak tersebut, kemudian setiap anak menirukan setiap tindakan yang dilakukan model.


Comments

Popular posts from this blog

Seksualitas dan Gender #11

Perspektif Biologis Pada Psikologi #2

Psiologi Sosial #10