Memory #5

Perkenalkan nama aku Dinda Junika nim 2110323014 dari Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada pertemuan ke-5 ini kita akan membahas tentang "Memory"

MEMORY 
Memori merupakan kemampun untuk mengkode, menyimpan, mempertahankan dan mengingat informasi yang diterima dari indera didalam otak manusia.

Proses Memori, ada tiga proses yang terjadi pada memori yaitu memasukan informasi kedalam system memori, menyimpan, dan mengeluarkan nya. Sebagai berikut :
a. Memasukkannya
Dalam proses ini disebut dengan pengkodean yaitu serangkaian operasi mental dan dilakukan orang pada informasi sensorik untuk mengubah informasi tersebut menjadi bentuk yang dapat digunakan dalam system penyimpanan otak. Misalnya, Ketika orang mendengar suara, telinga mereka mengubah getaran di udara menjadi pesan saraf dari saraf pendengaran (tranduksi), yang memungkinkan otak untuk menafsirkan suara
b. Menyimpannya
Penyimpanan Langkah selanjutnya dalam memori yaitu menyimpan informasi untuk beberapa periode waktu dalam proses yang disebut dengan penyimpanan. Jangka waktu tersebut sebenarnya berbeda dengan Panjang periode penyimpanan yang tergantung pada system memori yang digunakan.
c. Mengeluarkannya
Pengambilan merupakan masalah terbesar yang dimiliki banyak orang. Pengambilan yaitu mendapatkan informasi yang mereka tahu dari penyimpanan memori. Misalnya kita membuat tugas kampus dan Sebagian isinya kita ingat tanpa harus melihat teks nya.

Model Kerja Memori
Pakar memori telah mengusulkan beberapa cara berbeda untuk melihat memori antar lain yaitu :
a. Model Pemprosesan informasi
Model ini memberikan pandangan “gambaran besar” tentang bagaimana system memori berhubungan satu sama lain nya sehingga mengetahui proses kerja pada mesin memori. Pada proses ini melalui tiga system memori yang berbeda yaitu proses enconding, penyimpanan dan pengambilan. Model pemprosesan informasi mengamsumsikam bahwa lama nya waktu memori akan di ingat tergantung pada tahap memori dimana ia disimpan. Peneliti lain telah mengusulkan bahwa durasi memori tergantung pada informasi yang diproses atau dikodekan. Misalnya kata BOLA ditampilkan di layar kemudian orang orang diminta untuk menentukan apakah kata itu dalam huruf kapital atau huruf kecil, kata itu sendiri tidak harus diproses sama sekali hanya karakteristik visualnya yang perlu diperhatikan secara sadar. Tetapi jika orang orang itu diminta untuk menggunakan kata itu dalam sebuah kalimat, mereka harus berpikir tentang apa itu bola dan bagaimana cara menggunakannya, nereka harus memproses maknanya, yang membutuhkan lebih banyak upaya untuk memprosesnya. Model memori ini disebut model pemprosesan yang mana banyak eskperimen telah menunjukkan bahwa memikirkan makna sesuatu adalah level pemprosesan yang lebih dalam dan menghasilkan retensi kata yang lebih lama.

b. Model PDP
Pada model ini lebih banyak mengenai tentang koneksi dan waktu proses memori terkait juga dengan koneksionisme, penggunaan arti jaringan saraf fisiap untuk menjelaskan kemampuan mental manusia.
Teori informasi – prosesing ( mempelajari mengenai bagaimana kerja memori dan proses pikir), seperti hal nya pada fungsi computer, merupakan dasar dari model pikiran manusia. Data dikodekan seperti pada kerja computer . computer menyimpan semua informasi pada disket, perangkat hard drive atau flash disk , kemudian data di ambil dari penyimpanan sesuai dengan kebutuhan. teori ini terdiri dari tiga tipe system memori , memori sensori, memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Informasi masuk melalui system sensori tetapi tidak menjadikannya memori jangka panjang maupun jangka pendek.

Memori Sensori
Memori sensori adalah system awal dalam proses memori, titik dimana informasi masuk ke dalam system saraf melalui system sensoris – mata, telinga, dan lain lain, Diibaratkan seperti pintu yang terbuka sesaat. Pada saat seseorang melihat melalui celah pintu yang terbuka tersebut ,ia dapat melihat banyak orang dan benda, tetapi hanya beberapa dari orang-orang tersebut yang benar-benar berhasil melewati pintu tersebut. Memori sensorik seolah semacam pintu masuk ke dunia. Informasi diberikan dalam bentuk sandi ke dalam memori sensorik sebagai pesan syaraf dalam system saraf. Selama pesan-pesan saraf itu berjalan melalui system tersebut, maka dapat dikatakan bahwa orang memiliki memori untuk informasi itu yang dapat di akses bila dibutuhkan. Misalnya seseorang yang sedang mengemudi di jalan, melihat orang-orang dan mobil lain di kedua sisi kendaraan. Tiba-tiba ia berpikir “ Apakah pria yang baru saja aku lihat tersebut memakai celana?” dan ia melihat lagi ke belakang untuk memeriksanya. Bagaimana ia tahu ia harus melihat lagi ke belakang? Padahal matanya sudah bergerak melewati orang yang mungkin tidak memakai celana, tetapi beberapa bagian dari otaknya pasti baru saja memproses apa yang ia lihat (kemungkinan besar itu adalah formasi reticular, yang memperhatikan adanya formasi baru dan penting). Ini lah yang disebut “pengambilan ganda” dan hanya bisa dijelaskan dengan kehadiran memori terhadap apa yang di lihat, walaupun dalam waktu yang singkat / hanya sesaat. Ada 2 jenis memori sensorik yang sudah dipelajari secara ekstensif, yaitu system sensorik ikonik / visual dan system sensorik ekoik / auditori
a. Memori sensori ikonik
System sensoris visual sering disebut memori ikonik, dan hanya berlangsung sepersekian detik. Dalam Bahasa Yunani, ikon yang berarti “gambar” . memori ikonik dipelajari dalam beberapa eksperimen klasik oleh George Sperling (1960). Dalam kehidupan nyata, informasi yang baru saja masuk ke dalam memori ikonik akan didorong keluar dengan sangat cepat oleh informasi yang lebih baru lagi, suatu proses yang disebut masking (Cowan 1988). Penelitian menunjukkan bahwa setelah hanya seperempat detik, informasi lama digantikan oleh informasi baru. Meskipun jarang, beberapa orang memang memiliki apa yang disebut citra eidetic, yaitu kemampuan untuk mengakses memori sensoris visual dalam jangka waktu yang lama.Orang yang Memiliki kemampuan langka ini berarti bahwa orang tersebut memiliki memori yang sangat bagus. Memiliki ingatan yang sangat baik dan memiliki kemampuan imajinasi eidetic adalah dua hal yang sangat berbeda. Orang dengan kemampuan imajinasi eidetic mungkin dapat melihat dengan cepat halaman dalam buku, kemudian dengan memusatkan perhatian pada dinding kosong atau selembar kertas, “membaca” kata-kata dari gambar yang masih melekat dalam memori indra mereka.. Tidak diketahui mengapa beberapa orang memiliki kemampuan ini, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak dan cenderung berkurang pada masa remaja atau masa dewasa muda (Haber, 1979; Stromayer &Psotka, 1971).
Memori ikonik sebenarnya memiliki fungsi yang sangat penting dalam system visual.mata membuat gerakan-gerakan kecil yang disebut microsaccades yang mencegah penglihatan beradaptasi dengan stimulus visual yang konstan, sehingga apa yang dilihat dengan mantap tidak menghilang perlahan. Memori ikonik membantu system visual melihat pembulatan sebagai kontinu dan stabil terlepas dari gerakan sacral ini.
b. Memory sensori ekoik
Jenis lain dari system sensorik adalah memori ekoik, atau ingatan singkat tentang sesuatu yang pernah didengar oleh seseorang. Sebuah contoh yang baik dari memori ekoik adalah fenomena “apa?”. Anda mungkin sedang membaca dan ada orang di sekitar anda berjalan mendekat dan mengatakan sesuatu kepada anda. selama satu atau dua detik kemudian anda berkata,”apa? Oh ya saya siap makan sekarang,”atau komentar apapun yang relevan. Pada saat itu anda tidak benar-benar memproses pernyataan dari orang lain tersebut saat dia mengatakannya. Anda mendengarnya, tetapi otak anda tidak segera menafsirkannya. Butuh beberapa detik bagi anda untuk menyadari bahwa sesuatu telah dikatakan, sesuatu itu mungkin penting, dan anda sebaiknya mengingat apa itu. Jika anda menyadari semua ini dalam sekitar 4 detik (durasi memori gema),  kemudian besar kemungkinan anda akan dapat “mendengar” gema pernyataan di kepala anda, semacam “pemutaran ulang instan”. Kapasitas memori ekoik terbatas pada apa yang dapat didengar pada satu saat dan lebih kecil dari kapasitas memori ikonik, meskipun berlangsung lebih lama sekitar 2-4 detik (Schweuckert, 1993).

Memori gema sangat berguna Ketika seseorang ingin melakukan percakapan yang bermakna dengan orang lain. Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengingat apa yang dikatakan orang lain cukup lama untuk mengenali arti dari sebuah frase. Seperti pada memori ikonik, hal ini juga memungkinakn seseorang untuk menahan informasi dari pendengaran yang cukup lama untuk pusat otak yang lebih rendah untuk menentukan apakah pemrosesan oleh pusat otak yang lebih tinggi diperlukan. Inilah memori gema yang memungkinkan seorang musisi untuk menyetel alat musik. Memori nada garpu tala tetap ada dalam memori gema cukup lama bagi orang yang melakukan penyetelan untuk mencocokkan nada itu pada instrument.

Ingatan Jangka Pendek
a. Perhatian Selektif: Bagaimana Informasi Masuk
Perhatian selektif adalah kemampuan untuk fokus hanya pada satu stimulus dari semua input sensorik (Broadbent, 1958). Melalui perhatian selektif, informasi memasuki sistem memori jangka pendek . Dalam teori filter asli Dr. Donald E. Broadbent, semacam "kemacetan" terjadi antara proses memori sensorik dan memori jangka pendek. Hanya stimulus yang cukup "penting" (ditentukan oleh semacam "pra-analisis" yang dilakukan oleh pusat perhatian di batang otak) akan berhasil melewati kemacetan untuk dianalisis secara sadar maknanya dalam memori jangka pendek.
Agak sulit untuk menggunakan filter perhatian selektif. Broadbent untuk menjelaskan "efek pesta koktail" yang telah lama ditetapkan dalam studi persepsi dan perhatian (Bronkhorst, 2000; Cherry, 1953; Handel, 1989). Misalnya Anda pernah berada di sebuah pesta di mana ada banyak kebisingan dan beberapa percakapan terjadi di belakang tetapi Anda masih dapat memperhatikan ketika seseorang menyebut nama Anda. Itu artinya Anda telah mengalami efek ini. Dalam situasi seperti ini, area otak yang terlibat dalam atensi selektif harus bekerja—meskipun Anda tidak secara sadar menyadarinya. Kemudian, ketika informasi penting (nama Anda) “muncul”, area tersebut yang entah bagaimana menyaring informasi tersebut ke dalam kesadaran Anda—terlepas dari kenyataan bahwa Anda tidak secara sadar memperhatikan kebisingan latar belakang lainnya.  Anne M. Treisman mengusulkan bahwa perhatian selektif beroperasi dalam proses penyaringan dua tahap: Pada tahap pertama, rangsangan yang masuk dalam memori sensorik disaring berdasarkan karakteristik fisik sederhana, mirip dengan ide asli Broadbent. Pada tahap ini hanya ada pengurangan (pelemahan) dari "kekuatan sinyal" dari rangsangan sensorik yang tidak dipilih dibandingkan dengan rangsangan yang dipilih. Pada tahap kedua, hanya rangsangan yang memenuhi ambang kepentingan tertentu yang diproses.

Jika informasi melewati filter perhatian selektif dan masuk ke memori jangka pendek, memori jangka pendek cenderung dikodekan terutama dalam bentuk pendengaran (suara). Itu berarti bahwa orang cenderung "berbicara" di dalam kepala mereka sendiri. Meskipun beberapa gambar pasti disimpan dalam memori jangka pendek dalam semacam "sketsa" visual (Baddeley, 1986), penyimpanan pendengaran menyumbang banyak pengkodean jangka pendek.. Penelitian di  mana peserta diminta untuk mengingat angka dan huruf menunjukkan bahwa kesalahan hampir selalu dibuat dengan angka atau huruf yang terdengar seperti target tetapi tidak dengan yang terlihat seperti kata atau angka target.

b. Working Memory 
Beberapa ahli teori memori menggunakan istilah memori kerja sebagai cara lain untuk merujuk pada memori jangka pendek—mereka tidak melihat perbedaan antara kedua konsep tersebut. Yang lain merasa bahwa kedua sistem itu sangat berbeda. Dalam pembahasan ini, kita akan menggunakan memori jangka pendek untuk merujuk pada penyimpanan sederhana dan memori kerja yang berkaitan dengan penyimpanan dan manipulasi informasi (Baddeley, 2012). 
Memori jangka pendek secara tradisional dianggap sebagai sesuatu atau tempat di mana informasi dimasukkan. Seperti disebutkan sebelumnya, peneliti memori saat ini lebih memilih untuk memikirkan memori dalam hal sistem yang lebih berkelanjutan, di mana informasi mengalir dari satu bentuk representasi ke yang lain. Oleh karena itu, Memori kerja diperkirakan terdiri dari tiga sistem yang saling terkait: pusat eksekutif yang mengontrol dan mengoordinasikan dua sistem lainnya, semacam "sketsa" visuospasial, dan jenis tindakan pendengaran "perekam" atau lingkaran fonologis (Baddeley, 1986, 2012; Baddeley & Hitch, 1974; Baddeley & Larsen, 2007; Engle & Kane, 2004). pusat Eksekutif bertindak sebagai penafsir untuk informasi visual dan pendengaran, dan informasi visual dan pendengaran itu sendiri terkandung dalam memori jangka pendek. Misalnya, ketika seseorang sedang membaca buku, sketsa akan berisi gambar orang dan peristiwa dari bagian tertentu yang sedang dibaca, sementara perekam "memainkan" dialog di kepala orang tersebut. pusat Eksekutif membantu menginterpretasikan informasi dari kedua sistem dan menyatukan semuanya. Dalam arti, memori jangka pendek dapat dilihat sebagai bagian dari sistem memori kerja (Acheson et al., 2010; Bayliss et al., 2005; Colom et al., 2006; Kail & Hall, 2001) .

Cara lain untuk memikirkan memori jangka pendek adalah sebagai meja tempat Anda melakukan pekerjaan Anda. Anda mungkin mengeluarkan beberapa file dari penyimpanan (memori permanen), saat file berada di meja Anda, Anda dapat melihatnya, membacanya, dan bekerja dengannya (memori kerja). "Berkas" sekarang menjadi bahan sadar dan akan tetap seperti itu selama mereka berada di atas meja. File yang kurang penting mungkin "dibuang" (dilupakan karena Anda tidak memperhatikannya), sementara file yang lebih penting mungkin disimpan (memori permanen), di mana mereka tidak sadar sampai diambil sekali lagi— dibawa keluar dari meja.

c. Kapasitas
Angka Ajaib tujuh, atau lima, atau empat George Miller (1956) ingin mengetahui berapa banyak informasi yang dapat disimpan manusia dalam memori jangka pendek pada satu waktu (atau berapa banyak "file" yang muat di "meja"). Dia meninjau beberapa penelitian memori, termasuk beberapa menggunakan tes memori yang disebut tes rentang digit, di mana serangkaian angka dibacakan kepada subjek penelitian yang kemudian diminta untuk mengingat angka secara berurutan. Setiap seri menjadi lebih lama dan lebih lama, sampai subjek penelitian tidak dapat mengingat nomor mana pun secara berurutan.

Apa yang akan ditemukan adalah bahwa sebagian besar orang yang di uji akan melewati dua urutan angka pertama, tetapi beberapa orang akan membuat kesalahan pada rentang enam digit, sekitar setengah dari orang yang di uji akan tergelincir pada rentang tujuh digit, dan sangat sedikit yang bisa melewati rentang sembilan digit tanpa kesalahan. Hal ini membuat Miller menyimpulkan bahwa kapasitas memori jangka pendek adalah sekitar tujuh item atau potongan informasi, plus atau minus dua item, atau dari lima hingga sembilan bit informasi. Miller menyebut ini angka ajaib tujuh, plus atau minus dua. Sejak tinjauan Miller terhadap penelitian awal tersebut dan kesimpulan selanjutnya tentang kapasitas memori jangka pendek menjadi sekitar tujuh item, metode penelitian telah meningkat, seperti halnya pengetahuan dan pemahaman kita tentang proses memori. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih muda dapat menyimpan tiga hingga lima item informasi sekaligus jika suatu jenis strategi tidak digunakan. Namun, ketika informasi dalam bentuk kata-kata yang lebih panjang, terdengar mirip, atau tidak dikenal, kapasitas itu berkurang hingga hanya sekitar empat item.

Ada cara untuk "menipu" memori jangka pendek agar menyimpan lebih banyak informasi daripada biasanya. Jika informasi digabungkan menjadi unit yang berarti, lebih banyak informasi dapat disimpan di memori jangka pendek. Jika seseorang mengkode ulang urutan angka terakhir sebagai "654-789 3217," misalnya, hanya akan ada tiga "potongan" yang terbaca seperti nomor telepon. Proses pengodean ulang atau reorganisasi informasi ini disebut chunking.  
d. Mengapa disebut jangka pendek?
Penelitian telah menunjukkan bahwa memori jangka pendek berlangsung dari sekitar 12 sampai 30 detik tanpa latihan (Atkinson & Shiffrin, 1968; J. Brown, 1958; Peterson & Peterson, 1959). Setelah itu, ingatan itu sepertinya cepat “meluruh” atau menghilang. Faktanya, temuan dari satu penelitian dengan tikus menunjukkan bahwa untuk membentuk ingatan baru, ingatan lama harus “dihapus” dengan pembentukan neuron yang baru terbentuk (Kitamura et al., 2009). Hippocampus hanya memiliki begitu banyak ruang penyimpanan, dan sementara banyak memori yang terbentuk di sana akan dipindahkan ke penyimpanan yang lebih permanen di area lain di otak, beberapa memori, tanpa latihan, akan membusuk saat neuron baru (dan memori yang lebih baru) ditambahkan ke dalamnya. sirkuit saraf yang sudah ada. Dengan latihan pemeliharaan, seseorang hanya terus memperhatikan informasi yang disimpan dalam memori, dan karena perhatian adalah bagaimana informasi itu masuk ke memori jangka pendek di tempat pertama, itu bekerja dengan cukup baik (Atkinson & Shiffrin, 1968; Rundus , 1971). Dengan jenis latihan ini, informasi akan tersimpan dalam memori jangka pendek sampai latihan  berhenti. Ketika latihan berhenti, memori dengan cepat meluruh dan dilupakan. Jika ada yang mengganggu latihan ini, ingatan juga kemungkinan besar akan  hilang. Misalnya, jika seseorang mencoba menghitung item dengan melafalkan setiap angka dengan keras saat menghitung, dan orang lain menanyakan waktu dan mengganggu proses penghitungan, orang yang menghitung mungkin akan melupakan angka terakhir dan harus menghitungnya. mulai dari awal lagi. Memori jangka pendek membantu orang melacak hal-hal seperti menghitung. 
Interferensi di memori jangka pendek juga dapat terjadi jika jumlah informasi yang akan disimpan di memori jangka pendek melebihi kapasitasnya. Informasi yang sudah ada di memori jangka pendek dapat "didorong keluar" untuk memberi ruang bagi informasi yang lebih baru. Inilah mengapa mungkin untuk mengingat beberapa yang pertama

Memori kerja adalah area penelitian yang penting dan memiliki implikasi untuk memahami tidak hanya kecerdasan tetapi juga gangguan belajar dan perhatian seperti gangguan defisit perhatian/hiperaktivitas, dan berbagai masalah memori terkait demensia (Alloway et al., 2009; Kensinger dkk., 2003; Martinussen dkk., 2005). Para peneliti telah menemukan bahwa memori kerja sangat membantu dalam memecahkan masalah matematika tetapi sebenarnya dapat merusak kemampuan untuk memecahkan masalah kreatif (Wiley & Jarosz, 2012). Pemecahan masalah kreatif tampaknya mendapat manfaat dari pendekatan yang kurang terfokus daripada perhatian terfokus yang terjadi di memori kerja.

Ingatan Jangka Panjang
Tahap ketiga dari memori adalah memori jangka panjang , sistem di mana semua informasi ditempatkan untuk disimpan kurang lebih secara permanen. Dalam  hal kapasitas, memori jangka panjang tampaknya tidak terbatas untuk semua tujuan praktis. Faktanya, para peneliti sekarang berpikir kapasitas otak manusia mungkin sebanyak 10 kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya (Bartol et al., 2015).

Ada perubahan fisik yang relatif permanen di otak itu sendiri ketika memori terbentuk. Itu berarti banyak kenangan yang telah disimpan orang untuk waktu yang sangat lama—bahkan sejak masa kanak-kanak—mungkin masih ada di sana. Kenangan mungkin tersedia tetapi tidak dapat diakses, artinya masih ada, tetapi karena berbagai alasan orang tidak bisa"mendapatkannya". “Jangka panjang” juga tidak berarti bahwa semua kenangan disimpan selamanya; ingatan pribadi kita terlalu banyak untuk disimpan secara permanen.

Menghafal seperti “memutar” informasi di kepala seseorang, mengatakannya berulang-ulang. Tapi latihan pemeliharaan bukanlah cara yang paling efisien untuk menyimpan informasi ke dalam penyimpanan jangka panjang, karena untuk mendapatkan informasi kembali, kita harus mengingatnya hampir persis seperti saat masuk.

Meskipun banyak ingatan jangka panjang dikodekan sebagai gambar ,suara, bau, atau rasa (Cowan, 1988), secara umum, memori jangka panjang dikodekan dalam bentuk yang bermakna, semacam gudang mental makna kata-kata. , konsep, dan semua peristiwa yang ingin diingat orang. Jika memori jangka pendek dapat dianggap sebagai "permukaan" atau meja kerja, maka memori jangka panjang dapat dianggap sebagai lemari arsip besar di belakang meja, di mana file disimpan secara terorganisir, sesuai dengan artinya. Berkas harus ditempatkan di lemari dengan cara tertentu agar berguna—bagaimana orang bisa mengingat informasi apa pun dengan cepat jika arsipnya tidak dalam urutan tertentu? Cara terbaik untuk mengkodekan informasi ke dalam memori jangka panjang secara terorganisir adalah dengan membuatnya bermakna melalui latihan elaborative/elaborative rehearsal.

Elaborative rehearsal adalah cara untuk meningkatkan jumlah (stimulus yang
membantu dalam mengingat) informasi dengan menghubungkan informasi baru
dengan sesuatu yang sudah dikenal. Dalam versi yang lebih lama dari konsep ini,
latihan elaboratif dilihat sebagai cara mentransfer informasi dari memori jangka
pendek ke memori jangka panjang, tetapi itu membuat dua bentuk memori terdengar
seperti kotak. Ide "memori menyimpan sebagai kotak" adalah salah satu kritik utama

model pemprosesan informasi karena membuatnya tampak seolah-olah tidak ada apa-
apa di antara memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Ini bukan kasusnya;

penelitian telah menunjukkan bahwa informasi dapat ada di mana saja sepanjang
kontinum memperhatikan secara aktif pengalaman dan penyimpanan permanen dari
pengalaman itu.

Craik dan Lockhart (1972) berteori bahwa informasi yang lebih "diproses
secara mendalam," atau diproses menurut maknanya daripada hanya suara atau
karakteristik fisik dari kata atau kata-kata, akan diingat lebih efisien dan untuk jangka
waktu yang lebih lama. Seperti yang diprediksi oleh pendekatan level pemprosesan,
latihan elaboratif adalah jenis pemprosesan yang lebih dalam daripada latihan
pemeliharaan dan karenanya mengarah pada penyimpanan jangka panjang yang lebih
baik (Craik & Tulving, 1975).

Ingatan jangka panjang mencakup fakta dan pengetahuan umum, fakta
pribadi, dan bahkan keterampilan yang dapat dilakukan. Memori untuk keterampilan
adalah jenis memori nondeklaratif, atau memori implisit, karena keterampilan harus
ditunjukkan dan tidak dinyatakan. Memori fakta disebut memori deklaratif, atau
memori eksplisit, karena fakta adalah hal-hal yang diketahui dan dapat dinyatakan
(stated outright). Kedua jenis memori jangka panjang ini sangat berbeda..

Nondeclarative (Implicit) LTM.
Memori untuk hal-hal umum yang orang tahu bagaimana untuk
melakukannya, adalah sejenis memori jangka panjang yang disebut memori
nondeclarative (implisit).. Ingatan nondeklaratif juga mencakup asosiasi emosional,
kebiasaan, dan refleks terkondisi sederhana yang mungkin tidak dalam kesadaran
yang seringkali merupakan ingatan yang sangat kuat. Amigdala adalah lokasi yang
paling mungkin untuk asosiasi emosional, seperti rasa takut, dan otak kecil di otak
belakang bertanggung jawab untuk penyimpanan ingatan tanggapan terkondisi,
keterampilan, dan kebiasaan.

Bukti bahwa area otak yang terpisah mengontrol memori nondeklaratif berasal
dari penelitian terhadap orang-orang dengan kerusakan pada area hipokampus otak.
Kerusakan ini menyebabkan mereka mengalami amnesia anterograde, di mana
memori deklaratif jangka panjang baru tidak dapat dibentuk. (Gangguan ini cukup
akurat diwakili oleh karakter Lenny dalam film tahun 2000 Memento.)

Dalam satu studi memori nondeklaratif (Cohen et al., 1985), pasien dengan
gangguan ini diajarkan bagaimana memecahkan teka-teki tertentu yang disebut
Menara Hanoi. Meskipun pasien dapat mempelajari urutan gerakan yang diperlukan
untuk memecahkan teka-teki, ketika dibawa kembali ke ruang pengujian di lain
waktu, mereka tidak dapat mengingat pernah melihat teka-teki sebelumnya dalam hal
ini. Namun mereka mampu memecahkan teka-teki bahkan sambil mengklaim bahwa
mereka belum pernah melihatnya sebelumnya. Ingatan nondeklaratif mereka tentang
bagaimana memecahkan teka-teki itu ternyata terbentuk dan disimpan di bagian otak
yang terpisah dari bagian yang mengendalikan ingatan yang tidak bisa mereka bentuk
lagi. Bahkan penderita Alzheimer, yang juga menderita amnesia anterograde, tidak
lupa cara berjalan, berbicara, mengikat pakaian, atau bahkan mengikat sepatu
(walaupun mereka kehilangan kemampuan motorik karena otak akhirnya gagal
mengirimkan sinyal yang tepat). Ini semua adalah kenangan implisit dan

nondeklaratif. Faktanya, akan sangat jarang menemukan seseorang yang kehilangan
ingatan nondeklaratif. Secara harfiah, ini adalah jenis kenangan yang "tidak pernah
dilupakan orang".

Ingatan nondeklaratif tidak mudah diambil kembali ke dalam kesadaran.
Subyek dalam studi Menara Hanoi juga memberikan contoh yang baik dari memori
implisit, karena mereka dapat memecahkan teka-teki tetapi tidak memiliki
pengetahuan sadar tentang bagaimana melakukannya. Pengetahuan seperti itu ada
dalam ingatan orang karena mereka menggunakan informasi ini, tetapi mereka sering
tidak sadar akan pengetahuan ini (Roediger, 1990). Ingatan dari masa kanak-kanak
seseorang yang ketakutan oleh seekor anjing, misalnya, mungkin bukan ingatan yang
disadari di masa kanak-kanak selanjutnya tetapi mungkin masih menjadi penyebab
ketakutan anak yang lebih besar itu terhadap anjing. Ingatan sadar untuk peristiwa di
masa kanak-kanak, di sisi lain, biasanya dianggap sebagai jenis memori jangka
panjang yang berbeda yang disebut memori deklaratif.

Deklaratif (eksplisit) LTM
Memori nondeklaratif adalah tentang hal-hal yang dapat dilakukan orang,
tetapi memori deklaratif (eksplisit) adalah tentang semua hal yang dapat diketahui
orang, fakta dan informasi yang membentuk pengetahuan/ fakta umum, tetapi orang
juga tahu tentang hal-hal yang telah terjadi pada mereka secara pribadi.. Ada dua
jenis ingatan jangka panjang deklaratif, semantik dan episodic.

Salah satu jenis memori deklaratif adalah pengetahuan umum yang dapat
diketahui oleh siapa saja. Sebagian besar informasi ini adalah apa yang dipelajari di
sekolah atau dengan membaca. Jenis memori jangka panjang ini disebut memori
semantik. Kata semantik mengacu pada makna, jadi pengetahuan semacam ini adalah
kesadaran akan arti kata, konsep, dan istilah serta nama benda, keterampilan
matematika, dan sebagainya. Ini juga merupakan jenis pengetahuan yang digunakan
pada acara permainan seperti Jeopardy. Ingatan semantik, seperti ingatan
nondeklaratif, relatif permanen.

Jenis memori faktual lainnya adalah pengetahuan pribadi yang dimiliki setiap
orang tentang kehidupan sehari-hari dan sejarah pribadinya, semacam memori
otobiografi* (LePort et al., 2012). Kenangan tentang apa yang telah terjadi pada
orang setiap hari, ulang tahun tertentu, peringatan yang sangat istimewa, peristiwa
masa kecil, dan sebagainya disebut memori episodik, karena mewakili episode dari

kehidupan mereka. Tidak seperti ingatan jangka panjang nondeklaratif dan semantik,
ingatan episodik cenderung diperbarui dan direvisi kurang lebih. Ingatan episodik
yang sangat bermakna, seperti ingatan hari pertama sekolah atau kencan pertama
Anda, lebih mungkin disimpan di memori jangka panjang (walaupun ingatan ini
mungkin tidak seakurat yang kadang-kadang diasumsikan orang). Proses pembaruan
adalah semacam mekanisme bertahan hidup, karena meskipun ingatan semantik dan

nondeklaratif berguna dan diperlukan secara berkelanjutan, tidak ada yang benar-
benar perlu mengingat setiap detail kecil setiap hari. Seperti menjadi jelas kemudian,

kemampuan untuk melupakan beberapa jenis informasi sangat diperlukan.

Memori episodik dan semantik adalah memori eksplisit karena mudah dibuat
sadar dan dibawa dari penyimpanan jangka panjang ke memori jangka pendek.
Pengetahuan tentang ingatan semantik seperti makna kata, konsep sains, dan
sebagainya dapat dibawa keluar dari “lemari arsip” dan diletakkan di “meja” di mana
pengetahuan itu menjadi eksplisit, atau jelas. Hal yang sama sering terjadi pada
ingatan episodik pribadi.

Perbedaan antara ingatan implisit, seperti penamaan semua planet, adalah
tidak mungkin atau sangat sulit untuk membawa ingatan implisit ke dalam kesadaran.
Ingatan eksplisit dapat dilupakan tetapi selalu memiliki potensi untuk dibuat sadar.
Ketika seseorang mengingatkan Anda tentang apa yang Anda makan untuk sarapan
sehari sebelumnya, misalnya, Anda akan ingat bahwa Anda memiliki pengetahuan itu
selama ini—itu hanya sementara hilang.

2.4 NEUROSCIENCE OF MEMORY

Dalam hal ini terjadi hubungan yang era tantara proses belajar/Trasnper ilmu
pengetahuan dengan kemampuan kerja impuls, saraf, karena pada umumnya orang
akan mengkategorikan “orang cerdas dan orang bodoh” berdasarkan ketajaman dan
kecakapan seseorang dalam memahami sesuatu, yang disebebkan kekuatan
information processing yang lancar.

Para psikolog barat mengemukakan teori information processing mencakup
kemampuan berpikir dan tingkah laku manusia, kemampuan memprediksi, linguistic,

dan konsep teori informasi. Hal ini merupakan pengembangan dari berbagai macam
misalnya psikologoi, persepsi, memori dan lain lainnya. Dengan demikian
information processing sekarang ini merupakan orientasi utama dalam psikologi
eksperimen.

Information processing terjadi Ketika adanya stimulus, contohnya saja dalam
suatu kelas sedang terjadi proses belajar mengajar, kemudian guru mengatakan “coba
perhatikan gambar yang ada di papan tulis. Adanya stimulus ini maka siswa akan
meresponnya misalnya siswa berbicara dengan temannya atau diam atau matanya
akan tertuju pada papan tulis, karena gerak refleks saraf akan bekerja. Information
processing dapat terjadi dalam 3 bentuk tipe informasi :
a. Serial processing
Ini merupakan susunan sederhana yang terjadi Ketika beberapa stage
dihubungkan melalui garis lurus dengan suatu out put kemudian menjadi input
dalam susunan yang beturut turut. Hal ini disebut dengan serial processing
karena tidak ada suatu stage yang menunjukan transformasi informasi secara
tunggal, secara jelasnya perhatikan gambar berikut ini :

b. Parallel Processing
Merupakan suatu susunan atau saraf merespons stimulus tanpa mengganggu
saraf lain beraksi. Dalam parallel processing beberapa stage dapat mengakses
langsung dengan output bersamaan masing masing tingkatan pralel output
langsung diproduksi tanpa harus menunggu parallel lain untuk saling
melengkapi prosesnya. Namun demikian cara kerja saraf seperti ini cenderung
berat, karena ada beberapa sel saraf yang harus bekerja dalam satu waktu dan
dalam kapasitas terbatas. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar :

c. Hybrid Processing
Merupakan gabungan antara serial dan parallel processing. Hybrid Processing
lebih kuat dari serial atau parallel, namun ekstra power ini menyebabkan
model hybrid sulit dimengerti dan alais. Hal ini terjadi karena beban yang
ditanggung urat saraf cukup berat, terkadang bekerja secara seri namun
kadang juga bekerja secara parallel.

Information Processing sebagai bagian dari teori belajar berdasarkan
kognitivisme, maka keberadaanya sangat mempengaruhi intelejensi seseorang,
walaupun beberapa pendapat mengatakan bahwa faktor-faktor pembentuk intelegensi
adalah :
a. Pembawaan : sifat-sifat dan ciri yang dibawa sejak lahir.
· 2. Kematangan organ tubuh (fisik dan pshikis) yang mengalami pertumbuhan dan
perkembangan,
· 3. Pembentukan yang merupakan pengaruh dari luar.

2.3 MEMORY ON EVERYDAY LIFE
Pada bagian ini akan menjelaskan mengenai bagaimana tidur, olahraga, dan
diet itu juga mempengaruhi memori. Beberapa peneliti menyoroti tiga fakta penting
dalam meningkatkan atau mempertahankan Kesehatan memori seperti : cukup tidur,
olahraga ringam, serta dengan diet tinggi DHA.
Tidur merupakan bagian penting mengenai bagaimana otak berfungsi,
terutama dalam membentuk suatu ingatan. Studi terbaru telah menemukan bahwa :
1. Kenangan yang dilatih pada saat tidur serta saat bangun lebih mungkin terjadi
untuk dikonsolidasikan dan karena itu diingatkan lebih baik pada kemudian
harinya. Hal ini bukan mengenai berita untuk kenangan yang terkait dengan
mencari nafkah atau menghasilkan lebih banyak uang. Namun, para peneliti
menemukan bahwa dengan adanya memori bernilai rendah dengan suara khas
kemudian memutar suara itu Kembali untuk peserta yang tidu, barang barang
bernilai rendah itu diingat dengan lebih baik, bahkan lebih baik dari pada
Ketika isyarat suara yang sama dimainkan selama tiga periode bangun. Tidur
disini diperlukan untuk melatih dan mengkonsolidasikan hal hal yang ingin
kita ingat dari kita bangun.
2. Apakah kitab isa belajar sambal tidur, ini tentunya sudah lama menjadi
harapan banyak mahasiswa yang telah memutar rekaman ceramah sambal
tidur, namun hal ini tidak pernah berhasil. Ternyata kesalahannya bukan pada
percobaan belajar sambil tidur tetapi karna mencoba belajar sesuatu yang baru
saat tidur.
3. Kurang tidur sangat menganggu fungsi hipokampus bagian otak yang sangat
penting untuk membentuk ingatan baru.
4. Tidur juga membantu mencegah lupa. Kita sudah tahu bahwa gangguan
menyebabkan lupa, dan seharusnya tidak mengejutkan bahwa tidur mengurasi
jumlah gangguan. Namun, para peneliti juga menemukan bahwa tidur dapat
melindungi ingatan baru dengan menghambat cara kerja neurotransmitter
dopamine, zat kimia di area tententu dari otak yang terlibat dalam melupakan.

Gangguan memori, peserta yang berolahraga menunjukkan peningkatan yang
substansial memri dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga.
Penjelasan yang mungkin untuk memori yang ditingkatkan ini mungkin terletak
pada nerepinefrin ekstra yang dilepaskan selama Latihan.

Comments

Popular posts from this blog

Seksualitas dan Gender #11

Perspektif Biologis Pada Psikologi #2

Psiologi Sosial #10