Motivasi dan Emosi #7

Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan nama aku Dinda Junika nim 2110323014 dari Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada pertemuan ke-7 ini kita akan membahas tentang "Motivasi dan Emosi"

01. MOTIVASI
a. Definisi Motivasi
Motivasi adalah sesuatu yang membangkitkan motif atau menggerakkan seseorang untuk berbuat sesuatu agar tercapai suatu tujuannya. Jadi, motivasi adalah tindak lanjut dari motif. Misalnya seorang siswa harus belajar dengan sungguh-sungguh merupakan motif. Sedangkan motivasinya mengapa siswa harus belajar sungguh-sungguh

b. Jenis-Jenis Motivasi
1) Motivasi Instrinsik
Motivasi instrinsik adalah jenis motivasi di mana seseorang melakukan suatu tindakan karena tindakan itu sendiri menyenangkan, menantang, bermanfaat atau memuaskan bagi dirinya. Contoh Motivasi Intrinsik misalnya, seseorang senang bernyanyi karna itu dapat menghibur hatinya.

2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah jenis motivasi di mana seseorang melakukan suatu tindakan karena mengarah pada hasil yang terpisah dari atau di luar orang tersebut (Lemos & Verissimo, 2014; Ryan & Deci, 2000). Contohnya memberikan uang kepada seorang anak untuk setiap A yang diterima pada rapor, menawarkan bonus kepada karyawan untuk meningkatkan kinerja, atau memberi tip pada pelayan di restoran untuk pelayanan yang baik. Anak, karyawan, dan pelayan termotivasi untuk bekerja demi imbalan eksternal atau ekstrinsik.

c. Pendekatan Motivasi
1) Pendekatan Naluri dan Evolusioner
Upaya awal untuk memahami motivasi berfokus pada pola perilaku bawaan yang ditentukan secara biologis yang disebut naluri. Sama seperti hewan diatur oleh naluri untuk melakukan aktivitas seperti bermigrasi, membangun sarang, kawin, dan melindungi wilayah mereka, ahli teori evolusi mengusulkan bahwa manusia juga dapat diatur oleh naluri yang sama (James, 1890; McDougall, 1908). Misalnya, naluri manusia untuk bereproduksi menimbulkan perilaku seksual.

2) Pendekatan Reduksi-Dorongan
Berfokus pada konsep kebutuhan dan dorongan. Ketika suatu organisme memiliki kebutuhan, terjadi ketegangan psikologis serta gairah fisik yang memotivasi organisme tersebut untuk bertindak untuk memenuhi kebutuhan dan mengurangi ketegangan yang disebut dorongan (Hull, 1943).
Dalam teori ini,

3) Pendekatan Kebutuhan Psikologis
Psikolog Universitas David C. McClelland (1961, 1987) mengajukan teori motivasi yang menyoroti pentingnya tiga kebutuhan psikologis yang biasanya tidak dipertimbangkan oleh teori lain: afiliasi, kekuasaan, dan pencapaian.

4) Pendekatan Gairah
Menurut teori gairah, motif stimulus bersifat homeostasis. Ketika tingkat gairah terlalu tinggi atau terlalu rendah, tubuh akan mencari cara untuk menaikkannya atau menurunkannya. Jika seseorang merasa mengantuk atau malas (tingkat gairah terlalu rendah), kinerjanya akan menurun. Jika seseorang dalam keadaan cemas atau panik menghadapi ujian (tingkat gairah terlalu tinggi), seseorang juga akan tampil tidak maksimal. Tingkat gairah yang sedang adalah yang terbaik

5) Pendekatan Insentif
Insentif adalah hal-hal yang menarik atau memikat orang untuk bertindak. Dalam pendekatan insentif, perilaku sebagai respon terhadap stimulus eksternal penghargaan. Misalnya, seseorang bekerja lebih keras untuk mendapatkan upah yang lebih banyak.

6) Pendekatan Humanistik
- Teori Hierarti Kebutuhan Maslow
Teori humanistik pertama didasarkan pada karya Abraham Maslow (1943, 1987). Maslow mengemukakan bahwa ada beberapa tingkat kebutuhan yang harus diupayakan oleh seseorang sebelum mencapai tingkat tertinggi pemenuhan kepribadian. Menurut Maslow, aktualisasi diri adalah titik yang jarang dicapai di mana orang telah puas dengan kebutuhan yang lebih rendah dan mencapai potensi penuh manusia mereka.

- Self Determinatyon Teori
Self-determination adalah kontrol diri dalam membuat keputusan untuk mencapai tujuan hidup. Dalam teori ini, seseorang dapat menentukan nasib sendiri ketika tiga kebutuhan terpenuhi agar dapat termotivasi

02. EMOSI
a. Definisi Emosi
Menyrut Chaplin (1989) dalam Dictionary of PsychologyEmosi adalah sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mancakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku.

b. Teori Emosi
1. Teori James-Lange
Teori james lange menyatakan bahwa emosi terjadi ketika organisme melihat stimulus kemudian terjadi respon fisiologis (berupa misalnya detak jantung cepat, otot tegang, berkeringat dll) kemudian baru terjadi emosi (takut)

2. Teori Cannon-Bard
Walter Cannon (1932) dan Phillip Bard tidak setuju dengan teori James Lange. Menurut teori Cannon-Bard, emosional perasaan dan rangsangan tubuh terjadi pada saat yang bersamaan. Cannon dan Bard percaya bahwa melihat beruang mengaktifkan thalamus di otak.

3. Teori Emosi Kognitif Schachter
Teori emosi kognitif Schacter menyatakan bahwa emosi terjadi ketika organisme melihat stimulus kemudian terjadi respon fisiologis (berupa misalnya detak jantung cepat, otot tegang, berkeringat dll) kemudian terjadi proses kognitif kemudian terjadi emosi.

Comments

Popular posts from this blog

Seksualitas dan Gender #11

Perspektif Biologis Pada Psikologi #2

Psiologi Sosial #10