Stress dan Kesehatan #9
Stress dan Stressor
Stress
Stress adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi fisik, emosional, kognitif, dan respon perilaku terhadap peristiwa yang dinilai menjadi ancaman atau tantangan. Stress merupakan proses psikobiologikal yaitu adanya stimulus yang membahayakan fisik dan psikis bersifat mengancam, lalu memunculkan reaksi-reaksi kecemasan). Istilah 'stres' memiliki banyak perbedaan arti bagi sebagian besar orang. Orang awam dapat mendefinisikan stres dalam istilah tekanan, ketegangan, kekuatan eksternal yang tidak menyenangkan atau respons emosional. Psikolog telah mendefinisikan stres dalam berbagai cara yang berbeda. Menurut Atwater (1983), stres merupakan suatu tuntutan penyesuaian, yang menghendaki individu untuk meresponnya secara adaptif. Stres adalah suatu proses dalam rangka menilai suatu peristiwa sebagai suatu yang mengancam, menantang, ataupun membahayakan; serta individu merespon peristiwa itu baik pada level fisiologis, emosional, kognitif dan tingkah laku (Feldman, 1989). Sedangkan Hans Selye (dalam, Hahn & Payne, 2003) menjelaskan stres adalah respon yang tak spesifik dari tubuh terhadap berbagai tuntutan yang ada, dimana respon tersebut dapat berupa respon fisik atau emosional.
Stressor
Peristiwa yang dapat menjadi pemicu stres dalam kehidupan seperti ketika mengantri membayar barang di kasir dan terjebak di belakang seseorang dengan barang belanjaan lebih dari 30 item, berurusan dengan puing-puing yang tersisa setelah tornado atau badai menghancurkan rumah seseorang. Stresor dapat berkisar dari serius yang mematikan (badai, kebakaran, tabrakan, perang) hingga yang hanya menjengkelkan dan mengganggu (terlambat, orang kasar, kehilangan kunci mobil). Stresor bahkan bisa imajiner, seperti ketika pasangan menunda melakukan pengembalian pajak penghasilan mereka, membayangkan bahwa mereka harus membayar mahal tagihan pajak, atau ketika orang tua membayangkan hal terburuk terjadi pada anak remaja yang belum pulang dari keluar malam. Jadi dapat dikatakan bahwa stressor adalah sesuatu atau peristiwa atau keadaan yang menimbulkan stres. Seringkali disebut dengan Stresssful Event (peristiwa yang memberikan tekanan). Sesuatu atau peristiwa atau keadaan dapat menimbulkan tekanan tertentu bagi individu dengan intensitas yang berbeda, biasanya tergantung penilaian dan respon individu pada peristiwa atau keadaan tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stress Kesehatan
1) The general adaptation syndrome\ sindrom adapsi umum
Endokrinologi hans selye adalah pendiri bidang penelitian tentang stress dan efeknya pada tubu manusia dia mempelajari urutan reaksi fisiologis yang dialami tubuh saat beradaptasi dengan stressor.
a) Alarm
Ketika tubuh pertama kali bereaksi terhadap sensor, system saraf simpatik adalah diaktifkan. Kelenjar adrenal melepaskan hormone yang meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan pasokan gulah darah, menghasilkan ledakan energi. Reaksi seperti deman, mual, dan sakit kepalah sering terjadi
b) Perlawanan
Saat stress berlanjut, tubuh menjadi aktif divisi simpati,terus melepaskan hormone stress yang membantu tubuh melawan stressor. Gejala awal alarm berkurang dan orang atau hewan mungkin benar-benar merasakannya lebih baik.Tahap ini akan berlanjut sampai stressor berakhir atau organisme telah menghabiskan semua dari sumber dayanya.Para peneliti telah menemukan bahwa salah satu hormone yang di lepaskan saat sress noradrenalin norepinefrin yang sebenarnya mempengaruhi pemprosesan otak sehingga ketika stress seseorang dapat mengalami semacam analgesia (ketidakpekaan terhadap nyeri) misalnya, orang tersebut mengenai lengan atau tulang kering.
c) Kelelahan
Ketika sumber daya tubuh hilang, kelelahan dapat menyebabkan pembentukan penyakit yang berhubungan dengan stress( misalnya, tekanann darah tinggi atau nelemahnya system kekebalan tubuh) atau kematian organisme jika bantuan dari luar tidak sedia.
Ketika stressor berakhir, divisi parasimpatision aktif dan tubuh mencoba untuk mengisi Kembali sumber dayanya alarm dan resistanoe adalah tahapan yang di alami orang berkali-kali sepanjang hidup membuat orang menyesuaikan diri dengan tuntunan hidup (selye, 1976) ini adalah sekresi yang berkepanjangan stress hormone yang selama tahap kelelahan yang dapat menyebabkan efek yang paling berbahaya.
1. IMMUNE SYSTEM AND STRESS
Seperti yang pertama kali ditemukan selye, system kekebalan (systemsel,organ dan kimia) kalori dalam tubuh yang merespon serangan pada tubuh dari penyakit dan cedera, ini di pengaruhi oleh stress bidang psikoneuroimunologi menyangkut studi tentang efek stress dan Kesehatan.
2. Health psychology and stress
Dalam tiga decade terakhir, orang menjadi lebih sadar akan masalah Kesehatan dan hubungan dengan apa yang di lakukan, cabang psikologi yang relative baru telah mulai mengeksplorasi hubungan psikologi Kesehatan yang berfokus pada bagaimana aktivitas fisik, sifat psikologis, dan refleksi sosial yang mempengaruhi kesehatansecara keseluruhan dan tingkat penyakit.
3. Pengaruh kognisi Dan kepribadian terhadap stress
Bagaimana faktor kognitif dan perbedaaan kepribadian mempengaruhipengalaman stress?
4. Faktor faktor kognitif dalam stress pendekatan penilaian kognitif Lazarus Stressor adalah faktor utama dalam bagaimana stress itu menjadi stress,berdasarkan Lazarus, ada proses dua Langkah dalam menilai tingkat ancaman atau bahaya stressor dan bagaimana seseorang harus bereaksi terhadap sensor itu. Lihat gambar
Coping With Stress
Definisi coping stress ; Coping stress adalah bentuk respon individu terhadap stress yang mereka hadapi atau bisa kita sebut juga dengan metode menyesuaikan stress.Setiap individu memiliki metode menyesuaikan stress yang berbeda-beda,karena pemicu stress setiap individu berbeda-beda yang membuat cara mereka menghadapinya juga berbeda-beda.
Hal yang mempengaruhi coping stress ; coping stress atau cara menyesuaikan stress dapat dipengaruhi oleh :
1. Kemampuan yang dimiliki (misal: inteligensi, kreativitas, kecerdasan emosional) 2. Pengaruh lingkungan
3. Pendidikan
4. Bagaimana pengembangan dirinya
5. Usia
Langkah-langkah coping stress ; Dalam melakukan coping atau penyesuaian stress,ada beberapa langkah yang harus kita lakukan,diantaranya yaitu ;
1. Individu menilai situasi stress,kategori stress,serta tingkat bahaya dari stress.
2. Merumuskan tindakan alternatif apa yang paling masuk akal,baik disengaja
maupun tidak.
3. Melakukan tindakan yang terarah,
4. Menunggu feedback
Macam-macam coping stress,yaitu :
a) Penyesuaian yang bersifat mengurangi simptom stress (Baik disadari maupun tidak disadari.Untuk yang disadari biasanya berupa tindakan defensif.Merupakan reaksi awal dalam kehidupan manusia untuk menjaga diri mereka dari kelebihan dosis intensif dari adanya stres psikologis. Mekanisme pertahanan diri digunakan oleh self (=ego, dalam Psikoanalisa) untuk melindungi dari segala ancaman. Sifatnya kebanyakan tak disadari, otomatis muncul saat individu menghadapi ancaman baik dengan kesadaran minimum atau tidak sama sekali. Tujuannya meredakan ketegangan akibat stres. Sedangkan yang disadari biasanya dilakukan dengan membicarakannya dengan orang lain
b) Penyesuaian yang bersifat mengurangi secara lebih terarah atau penyesuaian efektif.
Sarana coping untuk stres minor. Merupakan respon terhadap stres ringan, yang sangat dipengaruhi oleh proses belajar individu.Berlaku otomatis, tetapi lebih disadari oleh individu (ada pada level kesadaran). Sarana yang dilakukan dipengaruhi juga oleh: situasi, kekuatan dan kesegeraan gangguan, serta pola kebiasaan individu dalam menghadapi stres. Jenisnya:
Kontak fisik (dielus), makan, minum
Tertawa, menangis, memaki/ mengutuk
Membicarakan dengan orang lain, merenungi masalah seorang diri
Melakukan aktivitas yang meredakan ketegangan (misal: olah raga, jalan- jalan, main games). Akan tetapi sifatnya: tidak menghilangkan sumber stres sementara, memiliki keterbatasan dalam mengurangi ketegangan akibat stres.
Comments
Post a Comment