Teori Kepribadian #12

Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan nama aku Dinda Junika nim 2110323014 dari Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Pada pertemuan ke-12 ini kita akan membahas tentang "Teori Kepribadian"

Teori kepribadi

    Kepribadian adalah sesuatu yang unik dimana individu berpikir, bertindak dan merasakan sepanjang hidup. Kepribadian tidaklah sama dengan karakter dan temperamen, namun hal ini merupakan bagian penting dari kepribadian. Adapun pengertian kepribadian yaitu suatu bidang psikologi yang masih relative muda dimana terdapat beberapa cara untuk menjelaskan sifat-sifat perilaku manusia. Hippocrates dan Galen menyatakan kepribadian itu terbagi menjadi blood, black bile, yellow bile and phlegm. 

    Kepribadian ini masih sulit diukur secara tepat dan ilmiah, oleh karena itu belum ada penjelasan tunggal terkait kepribadian. Beberapa perspektif tradisional dalam teori kepribadianya itu :

  1. Perspektif Psikodinamik berawal dari karya Sigmund freud, yang berfokus pada penyebab biologis dari perbedaan kepribadian
  2. Behaviorist Perspective, pendekatan ini berfokus pada pengaruh lingkungan terhadap perilaku, yang mencakup aspek teori kognitif social dimana interaksi dengan orang lain dan proses pemikiran pribadi juga mempengaruhi pembelajaran dan kepribadian.
  3. Perspektif Humanistik, berfokus pada peran pengalaman hidup setiap orang yang secara sadar dan pilihan dalam pengembangan kepribadian
  4. Trait Perspektif, Perspektif ini berbeda dengan yang diatas, karena 3 di atas lebih menjelaskan proses yang menyebabkan kepribadian terbentuk menjadi karakteristik yang unik, sedangkan pada perspektif ini lebih mementingkan hasil akhir karakteristik itu sendiri. Meskipun beberapa ahli teori sifat berasumsi bahwa sifat ditentukan secara biologis, sedangkan yang lain tidak membuat asumsi seperti itu.

Perspektif psikodinamik

Freud’s Divisions Of The Personality

    Freud percaya bahwa pikiran dibagi menjadi tiga bagian yaitu pikiranbawah sadar, sadar dan tidak sadar (Freud, 1900).

  1. Id adalah sepenuhnya tidak sadar, mencari kesenangan, bagian moral dari kepribadian yang ada saat lahir, berisi semua dorongan biologis dasar, misalnya kelaparan, haus, pelestarian diri dan seks
  2. Ego bersifat sadar dan jauh lebih rasional, logis dan licik dari pada id. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas yaitu kebutuhan untuk memenuhi tuntutan id hanya dengan cara yang tidak akan menimbulkan konsekuensi negatif.
  3. Superego berkembang ketika anak usia prasekolah mempelajari aturan, kebiasaan dan harapan masyarakat. Superego mengandung hati nurani, bagian dari kepribadian yang membuat orang merasa bersalah, atau kecemasan moral, ketika mereka melakukan hal yang salah.

Stages Of Personality Development

  1. Oral Stage (Lahir – 18 bulan), pada tahap ini sumber kenikmatan bayi yang melibatkan aktifitas berorientasi dengan mulut, seperti menghisap, menelan.
  2. Anal Stage (12-18 bulan s/d 3 tahun), pada tahap ini anak mendapatkan kepuasan seksual dengan menahan atau melepaskan feses. Zona kepuasan adalah daerah anal dan toilet training.
  3. Phalic Stage (3 tahun s/d 6 tahun), pada tahap ini anak menjadi lengket dengan orang tua dari jenis kelamin berlainan dan kemudian mengidentifikasi dengan orang tua berjeniskelamin sama. Pada tahap ini superego berkembang.
  4. Latency Stage (6 tahun s/d pubertas), pada tahap ini anak-anak tumbuh dan berkembang secara intelektual, fisik dan social tetapi tidak secara seksual.
  5. Genital Stage (Pubertas s/d kedewasaan), pada tahap ini kemunculan kembali dorongan seksual tahap phallic, disalurkan kepada kematangan seksualitas masa dewasa.

Bagaimana neo-freudian memodifikasi teori freud dan bagaimana teori psikodinamik modern berbeda dari teori freud?

    Sekelompok murid dari Freud dan pengikut dari perspektif psikoanalitik, yang disebut Neo-Freudians, memodifikasi teorinya dan mengubah focus analisa yaitu :

  1. Carl Gustav Jung, tidak setuju dengan freud tentang sifat dari pikiran bawah sadar. Jung percaya bahwa alam bawah sadar menyimpan lebih dari sekedarketakutan, dorongan, dan ingatan pribadi. Jung percaya bahwa tidak hanya ada ketidaksadaran pribadi seperti yang dijelaskan oleh freud, tetapi ketidaksadaran kolektif juga.
  2.  Alfred Adler, juga tidak setuju dengan freud tentang pentingnya seksualitas dalam pengembangan kepribadian. Adler (1954) mengembangkan teori bahwa sebagai anak-anak muda yang berdaya, semua orang mengembangkan perasaan rendah diri ketika membandingkan diri orang dewasa yang lebih kuat dan unggul di dunia mereka. Kekuatan pendorong di balik semua upaya manusia, emosi dan pikiran bukanlah mencari kesenangan tetapi mencari keunggulan. Adler (1954) juga mengembangkan teori bahwa urutan kelahiran seorang anak mempengaruhi kepribadian.
  3. Karen Horney, tidak setuju dengan pandangan freud tentang perbedaan antara pria dan wanita dan terutama dengan konsep kecemburuan pada penis. Alih-alih berfokus pada kecemasan dasar yang diciptakan pada seorang anak yang lahir kedunia yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari pada anak itu.
  4. Erik Erikson, juga melepaskan diri dari penekanan freud pada seks, sebagai gantinya menekankan hubungan sosial yang penting pada setiap tahap kehidupan.

Perspektif behavioris dan kognitif sosial

Behavioris

1. Edward L Thorndike

    Ada 3 hukum dasar yang dikemukakan oleh Thorndike, diantaranya adalah hukum kesiapan (law of readiness), hukum latihan (law of exercise), dan hukum akibat (law of effect).

a. Hukum Kesiapan (Law of Readiness)

  1. Bila seseorang telah siap melakukan suatu tingkah laku dan puas terhadap hal tersebut, maka dia tidak akan melakukan tingkah laku lain.
  2. Bila seseorang telah siap melakukan suatu tingkah laku dan tidak dapat melakukan tingkah laku tersebut, maka akan timbul kekecewaan.
  3. Bisa seseorang tidak siap melakukan suatu tingkah laku dan melakukan tingkah laku tersebut akan timbul ketidakpuasan.
  4.  Bila seseorang tidak siap melakukan suatu tingkah dan tidak melakukan tingkah laku tersebut akan timbul kepuasan.
b. Hukum Latihan (Law of Exercise)
    Prinsip utama dalam pembelajaran adalah pengulangan. Semakin sering diulang maka stimulus dan respons akan semakin kuat. Sebaliknya semakin jarang diulang maka stimulus dan respons akan semakin lemah pula.
c. Hukum Akibat (Law of Effect)
    Adanya pemberian reward and punishment. Reward diberikan ketika stimulus memberikan respons    yang memuaskan. Sedangkan punishment diberikan ketika stimulus memberikan respons yang kurang memuaskan

2. John B Watson
    Watson mempelajari tentang binatang dan manusia. Ia beranggapan bahwa manusia sama dengan hewan. Ia juga mengatakan bahwa kesadaran dan intropeksi tidak boleh memiliki peranan dalam kajian ilmiah dan dapat dipelajari secara objektif. Menurutnya psikologi bertujuan untuk memprediksi dan mengontrol perilaku dan tujuan ini hanya dapat dicapai apabila psikologi dibatasi sebagai kajian yang objektif.

3.B.F Skinner
    Skinner dikenal dengan teori belajarnya yang ia kembangkan pada sekitar tahun 1930-an. Ia melakukan eksperimen terhadap tikus dan burung merpati untuk menghasilkan hukum belajarnya, diantaranya adalah law of operant conditioning dan law of operant extinction. Law of operant conditioning adalah situasi dimana timbulnya tingkah laku diiringi dengan stimulus penguat sehingga kekuatan tingkah laku tersebut meningkat. Sedangkan law of operant extinction adalah kondisi dimana tingkah laku tersebut tidak diiringi dengan stimulus penguat sehingga kekuatan tingkah laku menurun.     Skinner membedakan respons menjadi dua jenis yaitu respondent conditioning dan operant conditioning. Respondent conditioning adalah respon yang diperoleh dari beberapa stimulus yang teridentifikasi. Stimulus ini cenderung bersifat tetap. Sedangkan operant conditioning adalah respon terhadap lingkungannya. Respons ini diikuti oleh stimulus-stimulus tertentu dan stimulus-stimulus tersebut akan memperkuat respon yang akan dilakukan oleh seseoarang. Pada operant conditioning juga terdapat ganjaran (reward) dan penguatan (reinforcement). Ganjaran merupakan respon yang menggembirakan sedangkan penguatan adalah respon yang dapat menguatkan suatu stimulus.

Coginitive social perspective
    Perspektif kognitif sosial merupakan salah satu teori psikologi yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Albert Bandura lahir di Canada pada tahun 1925. Albert Bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran sosialnya yang mana menekankan pada komponen kognitif dari fikiran, pemahaman dan evaluasi. Salah satu eksperimennya yang terkenal adalah eksperimen bobo-doll yang menunjukkan anak-anak meniru seperti perilaku agresif dari orang dewasa di sekitarnya. Menurut Bandura, pembelajaran tidak hanya berasal dari pengalaman saja tetapi juga mencontoh. Bandura juga mengatakan bahwa belajar mencontoh bukan berarti kepribadian dan perilaku individu hanya diatur oleh lingkungan saja akan tetapi individu tersebut juga dapat berpikir dan mempengaruhi kepribadiannya sendiri. , terdapat 3 konsep dasar, diantaranya yaitu :
  1.  Reciprocal Determinism, yaitu sebuah pendekatan yang menyatakan bahwa kepribdian manusia dilahirkan dari interaksi mereka dengan pikiran, lingkungan dan perilaku.
  2. Beyond Rinforsement, dimana penguatan bukanlah satu-satunya yang pembentuk tingkah laku.
  3. Self-regulation, dimana Bandura memandang manusia sebagai individu yang dapat mengatur diri dan membentuk kepribadian mereka sendiri.

Humanisme dan kepribadian

    Di pertengahan abad ke-20, pesimisme teori psikodinamik Freudian dengan penekanannya pada konflik dan kebutuhan kebinatangan, bersama dengan penekanan behaviorisme pada kontrol eksternal perilaku, memunculkan kekuatan ketiga dalam psikologi: perspektif humanistik. Kaum humanis seperti Carl Rogers dan Abraham Maslow ingin psikologi berfokus pada hal-hal yang membuat orang menjadi manusia yang unik, seperti emosi subjektif dan kebebasan untuk memilih takdirnya sendiri.

Carl Rogers And Self-Concept

    Teori ini dikemukakan oleh Carl Rogers. Ia merupakan seorang ahli psikologi aliran humanistik yang lahir Illionis pada tahun 1902. Menurut Rogers, konsep diri atau self concept merupakan kesadaran batin tetap dalam pengenalan diri yang sebenarnya. Hubungan self concept dengan individu dapat terjadi dalam dua kemungkinan, yaitu congruence dan incongruence. Congruence adalah situasi individu merasa disayangi, dihargai, dan merasa stabil antara diri dan lingkungan sekitarnya. Situasi congruence dapat dirasakan oleh seorang individu apabila menerima sebuah positive regard. Ada dua jenis positive regard yaitu conditional positive regard dan unconditional positive regard. Conditional positive regard adalah situasi dimana individu harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan psotive rgard tersebut. Misalnya seorang anak yang harus slalu menjadi peringkat kelas agar disayang oleh kedua orangtuanya. Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka individu akan merasakan incongruency pada dirinya, yaitu situasi dimana individu tersebut merasa dirinya tidak worth it dengan lingkungan yang ada disekitarnya. Sedangkan unconditional positive regard adalah situasi dimana individu tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan regard tersebut.

Teori Kepribadian Abraham Maslow

    Abraham Maslow merupakan tokoh aliran humanistik yang lahir pada 8 Juni 1970. Maslow terkenal dengan “the hierarchy of needs” yamg telah diperkenalkannya. Maslow adalah seorang tokoh Humanistik yang mengkritisi aliran behaviorisme dan psikoanalisis yang mengembangkan teori berdasarkan penelitian yang dilakukan pada binatang dan orang neurotik. Maslow menekankan akan pentingnya peran kebutuhan dalam pembentukan kepribadian. Pada hirarki ini terdapat tingkatan-tingkatan yang harus terpenuhi dalam diri seorang individu. Terdapat lima tingkatan yang di kemukakan oleh Maslow, diantaranya adalah :

a. Kebutuhan fisiologis (pyshiological need), yaitu kebutuhan yang paling dasar bagi seorang individu untuk bertahan hidup secara fisik. Contoh dari kebutuhan fisiologis adalam makan, minum, tidur, tempat tinggal, sex, dan sebagainya. Kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan dasar yang menyokong kehidupan manusia. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan dasar pertama yang akan dicari oleh manusia untuk mencapai kepuasan hidup. Apabila salahsatu dari kebutuhan fisiologis ini tidak didapatkan, maka akan mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar selanjutnya.

b. Kebutuhan akan rasa aman (safety needs), setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, maka akan muncul keinginan akan rasa aman. Contohnya seperti terhindar dari rasa cemas, sakit, takut, mendptkn kehidupn yang tentram dan sebagainya. Ketika kebutuhan dasar pertama sudah terpenuhi, kebutuhan akan keamanan menjadi aktif. Kebutuhan keamanan ini lebih banyak pada anak- anak karena kesadaran mereka terhadap batasan diri masih kurang. Sehingga perlu adanya orang lain untuk memberikan keamanan bagi mereka. Pada orang dewasa, kebutuhan keamanan sedikit kecuali pada keadaan darurat, bencana, atau kegagalan organisasi dalam struktur sosial.

c. Kebutuhan sosial (social needs), maslow menyatakan bahwa orang mencari rasa kesepian atau kesendirian. Manusia membutuhkan rasa cinta, kasih sayang dan rasa memiliki. Tidak hanya dicintai, namun juga mencintai yaitu memberikan kebutuhan yang sama terhadap orang lain juga akan memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. Ada dua jenis cinta menurut Maslow, yaitu

  1. Deficiency atau D-Love: lebih menerima daripada memberi. Cinta yang berfokus pada diri sendiri, yang lebih mementingkan cara memperoleh dari pada cara memberi.
  2. Being Love atau B-Love: lebih memberi daripada menerima. Merupakan penilaian seseorang yang apa adanya tanpa adanya keinginan untuk memanfaatkan orang tersebut. Cinta yang tidak berniat memiliki, cinta yang memberikan dukungan pada orang lain untuk berkembang, cinta yang memberikan dampak positif, penerimaan diri dan rasa dicintai.

d. Kebutuhan akan penghargaan (esteem needs), manusia memiliki kebutuhan untuk dihormati oleh orang lain, dipercaya oleh orang lain, dan stabil diri. Ketika kebutuhan ini sudah dicapai maka tingkat percaya diri seseorang tersebut juga akan meningkat dan memiliki harga diri yang tinggi. Hal ini akan berpengaruh terhadap peran sosial dan aktivitasnya dalam interaksi sosial.

e. Kebutuhan akan aktualisasi diri (self actualization needs), pada level terakhir terdapat kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Setelah keempat kebutuhan lainnya terpenuhi, manusia cendrung berusaha untuk menjadi yang lebih baiklagi, membuktikan dan menunjukan serta mengembangkan potensi diri yang kita miliki.

Teori kepribadian kognitif George A. Kelly

    George A. Kelly merupakan psikolog klinis aliran humanistik yang lahir pada tanggal 28 april 1955 di Perth, Kansas. Teori kepribadian Kelly terikat pada kognitif seorang individu. Ia menekankan pada cara seseorang mengkontruksi, mengontrol, dan meramalkan peristiwa di sekitarnya. Konstruk adalah konsep yang digunakan untuk menterjemahkan dan memetakan tingkah laku. Menurutnya, konstruk tersebut tersusun atas dua kutub, diantaranya.

  1. Core (inti), konstruk dasar dari fungsi individu
  2. Peripheral (pinggir, luar) konstruk yang dapat dirubah tanpa modifikasi mendasar, serius, dan konstruk inti
  3. Permeable (dapat ditembus), konstruk yang terbuka, dapat menerima element-element yang baru
  4. Impermeable (tak tembus/tertutup) konstruk yang menolak element- element baru
  5. Tight (rapat atau erat), konstruk yang tidak dapat mengubah-ubah prediksi
  6. Loose (longgar), konstruk dimana individu mengharapkan suatu hal dalam satu waktu dan hal yang berbeda dalam kondisi yang sama
  7. Verbal, konstruk yang mempunyai simbol kata yang konsisten
  8. Submerged (tenggelam), konstruk ini bisa jadi tidak diverbalisasikan dan individu mungkin tidak akan dapat melaporkan semua elemen yang ada dalam konstruk tersebut

Teori sifat

    Teori sifat kurang mementingkan penjelasan untuk perkembangan kepribadian dan perubahan kepribadian dibandingkan dengan penjelasan tentang kepribadian dan memprediksi perilaku berdasarkan deskripsi itu. Trait adalah cara berpikir, merasakan, atau berperilaku yang konsisten dan bertahan lama, dan teori sifat berusaha menggambarkan kepribadian dalam kaitannya dengan ciri-ciri seseorang.

Allport 

    Allport merupakan salah satu ahli teori yang paling berpengaruh adalah ahli psikologi Harvard. Gordon Allport meninggal pada tahun 1967 dan Karya utamanya dalam penelitian kepribadian adalah Personality: A Psychological Interpretation (1937) dan Pattern and Growth in Personality (1961). Allport sendiri membedakan kepribadian (trait) menjadi beberapa bagian, yaitu:

a. Trait umum (common trait disebut juga nomothetic trait), yaitu sifat atau kepribadian yang dimiliki bersama oleh banyak orang, dipakai untuk membandingkan orang dari latar budaya yang berbeda. Asumsi yang mendasari trait ini adalah persamaan evolusi dan pengaruh social

b. Trait individual (individual traits disebut juga personal disposition atau morphological traits atau idiographic traits), yang merupakan manifestasi trait umum pada diri seseorang, sehingga selalu unik bagi orang itu, konstruk neuropsikik yang membimbing, mengarahkan, dan memotivasi tingkah laku penyesuaian yang khas. Sifat unik itu merupakan gambaran yang tepat dari struktur kepribadian seseorang. Trait individu memiliki tingkat generalitas yang berbeda-beda, ada yang mempengaruhi tingkah laku seseorang secara umum, ada pula yang mempengaruhi tingkah laku tertentu saja. Tingkatan trait individu tersebut adalah :

  1. Cardinal Traits : sifat luar biasa khas yang hanya memiliki sedikit orang,sifat yang sangat berperan dan mendominasi keseluruhan hidupnya.
  2. Central traits : kecenderungan sifat yang menjadi ciri seseorang,yang menjadi titik pusat tingkah lakunya.
  3. Secondary traits : trait yang semakin tidak umum,dan kurang penting untuk menggambarkan kepribadian.

Cattel and the 16PF

    Raymond Bernard Cattell lahir di Hilltop, near Birmingham, England, pada tanggal 20 Maret 1905. Pada usia 16 tahun, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di University of London, jurusan fisika dan kimia. Ia lulus tiga tahun kemudian dengan menyandang gelar B.sc. mempelajari human mind, melalui ilmu psikologi. Lulus dengan gelar ph.D pada 1929, ia bekerja sama dengan Charles Spearman dan mengembangkan teknik analisis faktor. Raymond Cattell (1990) mengemukakan ada 2 tipe sifat, yaitu yang pertama adalah surface traits, yang kedua adalah source trait.

  1. Surface traits yakni adalah aspek-aspek kepribadian yang tampak. Dimana karakter kepribadian yang terdiri dari banyak elemen-elemen yang tersusun secara konstan, dengan kata lain menjadi tema umum dari beberapa tingkah laku. Misalnya, remaja yang lincah, menyenangkan orang lain, dan merencanakan kegiatan yang menarik, mungkin dapat dikatakan memiliki trait yang periang (surface traits cheerfulness).
  2. Source traits adalah sifat-sifat dasar atau salah satu unit yang mempengaruhi setiap perilaku individu, dengan kata lain elemen-elemen dasar yang menjelaskan tingkah laku. Source traits merupakan trait yang penting karena ia merupakan unit dari karakter-karakter yang membangun surface traits, dan hanya dapat diidentifikasi melalui analisis faktor.

The Five-Factor Model of Personality

    Banyak penelitian dan Teori yang dikemukakan oleh para ahli, salah satu Teori Sifat Kepribadian yang paling sering digunakan dalam dunia kerja adalah Teori Sifat Kepribadian “Model Lima Besar” atau “Big Five Personality Traits Model” yang dikemukakan oleh Seorang Psikolog terkenal yaitu Lewis Goldberg. Teori Sifat Kepribadian Model Lima Besar atau Big Five Personality Traits Model tersebut terdiri dari 5 dimensi kunci yaitu Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness dan Natural Reactions. Untuk mempermudah mengingatnya, kita dapat menggunakan huruf pertama dari masing-masing dimensi menjadi singkatan “OCEAN”.

  1. Openness, dimensi kepribadian ini mengelompokan individu berdasarkan ketertarikannya terhadap hal baru dan keinginan untuk mengetahui serta mempelajari sesuatu yang baru.
  2. Conscientiousness, individu yang memiliki dimensi kepribadian ini cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan ataupun penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan
  3. Extraversion, dimensi Kepribadian Extraversion ini berkaitan dengan tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. 
  4. Agreeableness, individu yang berdimensi Agreeableness ini cenderung lebih patuh dengan individu lainnya dan memiliki kepribadian yang ingin menghindari konflik.
  5. Natural Reactions, dimensi kepribadian yang menilai kemampuan seseorang dalam menahan tekanan atau stress.

Faktor Biologis Kepribadian

Studi kembar

    Studi kembar menggambarkan tentang betapa pentingnya faktor genetik dalam kepribadian. Contohnya studi kembar yang membuktikannya adalah psikolog kepribadian Auke Tellegen dan kolega di Universitas Minnesota memeriksa ciri-ciri kepribadian pasangan kembar yang secara genetic identic, tetapi dibesarkan terpisah satu sama lain (Tellegen et al., 1988; Bouchard, et al., 2004). Dalam penelitian ini, setiap kembar diberi baterai tes kepribadian, termasuk yang mengukur 11 karakteristik kepribadian utama. Hasil tes kepribadian menunjukkan bahwa dalam hal besar si kembar cukup mirip dalam kepribadian, meskipun mereka telah berpisah ketika usia dini. Misalnya, sosial potensi (tingkat di mana seseorang mengambil peran penguasaan dan kepemimpinan dalam situasi) dan tradisionalisme (kecenderungan untuk mengikuti otoritas) memiliki komponen genetik yang kuat, sedangkan pencapaian dan kedekatan sosial memiliki komponen genetik yang relatif lemah.

Studi Adopsi

    Studi adopsi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengtahui tentang genetika perilaku.Studi adopsi ini dilakaukan dengan membandingkan anak-anak adopsi dengan orang tua dan saudara kandung angkat dan jika memungkinkan kepada orang tua kandung mereka. Berdasarkan studi adopsi yang telah dilakukan,studi adopsi telah mengkonfirmasi tentang studi kembar yang menyatakan bahwa genetic membawa pengaruh besar untuk perkembangan kepribadian, terlepas mereka tinggal di lingkungan yang sama atau berbeda. (Hershberger et al., 1995; Loehlin et al., 1985; Loehlin dkk 1998).

Pengukuran Kepribadian

    Metode untuk mengukur atau menilai kepribadian berbeda-beda menurut teori kepribadian yang digunakan. Namun, psikologis profesional menilai kepribadian klien tidak berdasarkan satu teoritis tapi lebih memilih untuk melihat eklektik dari kepribadian. Eklektik tampilan adalah cara memilih bagian dari teori yang untuk terbaik untuk sebuah tertentu situasi. Faktanya, melihat perilaku dari banyak perspektif bisa memberikan wawasan tentang orang tersebut dibandingkan hanya dari satu perspektif. Banyak profesional tidak hanya menggunakan beberapa perspektif berbeda tetapi juga beberapa teknik penilaian teknik berbeda yang mengikuti. Pengukuran kepribadian terdapat 3 metode, yaitu :

  1. Metode Observasi, dengan metode ini infomasi bisa dicatat pada suatu bagan yang sudah dibakukan, seperti pada rating scale (skala rating). Menggunakan skala rating ini, Penilaian dapat dilakukan secara sistematis. Selain itu, saat interview (wawancara) terstruktur, alat pencatat seperti tape recorder atau peralatan pembantu lain akan sangat membantu.
  2. Metode Inventori, metode ini mengandalkan hasil dari observasi tadi. Pada suatu inventori berisikan pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan yang diisi oleh subjek berdasarkan ciri-cirinya. Alat yang dapat digunakan yaitu MMPI (Minesota Multiphasic Personality Inventory)dan CPI (California Psychological Inventory). Contoh inventori digunakan di Indonesia adalah EPPS (Edwards Personal Preference Schedule).
  3. Teknik Proyektif, teknik ini digunakan untuk mengukur kepribadian dengan asumsi dasarnya untuk mendapatkan gambaran tentang seseorang diperlukan kebebasan untuk mengekspresikan diri. Teknik ini menggunakan tes proyektif yang berupa berbentuk gambar yang ambigu. Saat berhadapan dalam hal ini, individu dapat dengan bebas untuk menafsirkan sesuka hati individu. Kemudian di dalam Teknik juga juga terdapat tes Rorschach. Tes ini memiliki sebuah rangsangan yang taraf ambiguitas yang begitu tinggi. Tes ini cukup terkenal di Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Seksualitas dan Gender #11

Perspektif Biologis Pada Psikologi #2

Psiologi Sosial #10